|
Daftar Istilah Sistem Pemilihan Umum Secara Teoritik |
|
|
Ditulis oleh Agus Yunianto, SH.MH.
|
|
Selasa, 12 April 2011 10:54 |
|
Daftar Istilah Sistem Pemilihan Umum Secara Teoritik, perkembangan ini kemudian banyak diadopsi atau menjadi sumber inspirasi dalam penerapan penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia, baik dalam peraturan perundang-undangan maupun perdebatan di DPR dalam membentuk undang-undang tentang pemilihan umum. Salah satu varian yang sedang diperdebatkan oleh DPR RI untuk menetapkan parlementary threshold adalah varian de Hondt, varian apakah itu ? selamat membaca.
| Mayoritas Mutlak |
:
|
Lebih dari setengah = 50% ditambah satu. Berbeda dengan Mayoritas Sederhana |
| Sistem Keanggotaan Tambahan |
:
|
Nama lain untuk sistem Proporsional Campuran |
| Alternative Vote |
:
|
Suatu sistem pemilihan yang biasanya diadakan di distrik wakil (anggota) tunggal yang memberikan lebih banyak pilihan bagi para pemilih dibandingkan sistem first-past-the-post (FPTP) ketika menandai surat suaranya. Satu calon dipilih di masing-masing daerah pemilihan. Pemilih dapat mengurutkan para calon sesuai preferensinya, dengan demikian pemilih dapat mengungkapkan preferensi mereka di antara calon-calon tersebut. Jika tidak ada calon yang memenangkan keseluruhan mayoritas dari preferensi pertamanya, calon dengan suara paling sedikit berangsur-angsur akan tersisihkan, dan preferensi berikutnya dalam surat suara dibagi di antara calon sisanya sampai salah seorang mendapatkan mayoritas. Salah satu varian dari sistem ini adalah Pemilihan Tambahan, di mana pemilih dibatasi pada dua preferensi saja; varian ini digunakan dalam pemilihan walikota London. Pemilihan Tambahan juga dikenal dengan istilah: Pemberian Suara Preferensial; Ranked atau Ratings Ballot (RB); Ordinal Voting dan Instant Run-Off Voting (IRV) – seperti yang dikenal di Amerika Serikat |
| Apparentement |
: |
Suatu ketentuan dalam sistem pemilihan daftar di mana partaipartai berbeda dapat menyatakan dirinya bergabung dalam penghitungan suara guna mendapatkan kursi (France 1951, 1956, Italy 1953) |
| Dalil Arrow |
: |
Ahli ekonomi matematika Kenneth Arrow (dari Universitas Stanford) membuktikan (tahun 1951) bahwa tidak ada metode yang konsisten dalam membuat pilihan antara tiga calon atau lebih yang selalu memenuhi kriteria sederhana “keadilan” tertentu. |
| Susunan Surat Suara |
: |
Suatu cara di mana pilihan-pilihan dalam pemilihan dicantumkan dalam surat suara. Surat suara dapat berupa ordinal (daftar urut) atau berdasarkan kategori. |
| Pemungutan Suara secara Blok (Block Voting - BV) |
: |
Suatu sistem yang menggunakan sistem pemungutan suara FPTP di daerah pemilihan (distrik) di mana terdapat lebih dari satu orang wakil yang dipilih). Setiap pemilih diberi hak suara sebanyak kursi yang tersedia dan biasanya mereka bebas untuk memberikan suara untuk calon secara individu tanpa memandang afiliasi politiknya. |
| Kursi Bonus |
: |
Kursi yang diberikan kepada suatu partai di samping kursi yang dimenangkan melalui prosedur biasa yang digunakan untuk mengalokasikan kursi. Dasar diberikannya kursi bonus adalah memperbaiki ketidaksesuaian antara suara dan perwakilan |
| Penghitungan Borda |
: |
lihat Sistem Poin. Dinamai berdasarkan Jean-Charles de Borda |
| Surat Suara berbasiskan Calon |
: |
Bentuk surat suara di mana pemilih menentukan pilihan di antara para calon (berbeda dengan surat suara berbasiskan partai |
| Surat Suara Kategorik |
|
Bentuk surat suara di mana hanya ada satu pilihan untuk seorang calon atau partai |
| Pemberian Suara Pilihan |
: |
Lihat pemberian suara preferensi |
| Kursi Kompensasi |
|
Kursi Perwakilan Proporsional (PP) Daftar dalam sistem Proporsional Campuran yang diberikan kepada partai berdasarkan proporsi suara nasionalnya dan dibuat untuk memperbaiki ketidakseimbangan yang ada pada hasil pemilihan dalam kursi mayoritas majemuk |
| Condorcet |
|
Sistem pemilihan yang diciptakan oleh (Marie Jean Antoine Nicolas Caritat) - Marquis de Condorcet (1743-1794) – seorang ahli matematika berkebangsaan Perancis, filsuf, ahli ekonomi dan ilmu-ilmu sosial. Pemilih mengurutkan para calon seperti dalam sistem Alternative Vote. Setiap calon dibandingkan dengan masing-masing yang lainnya untuk melihat siapa yang disukai mayoritas. Jika salah seorang calon memenangkan seluruh perbandingan ‘secara berpasangan’, maka ia menang. |
| Konstituensi |
|
Satuan geografis dari konversi suara menjadi kursi, biasanya berdasarkan wilayah. Sinonim untuk distrik pemilihan (lihat daerah pemilihan) |
| Contingent Voting |
|
Digunakan dengan Alternative Vote (susunan surat suara yang diurutkan) – menghitung preferensi pertama, jika tidak ada seorangpun yang meraih 50%+1, maka diambil dua calon yang berada pada urutan teratas, suara untuk para calon yang gugur dibagi ulang, dan dipilih dari antara dua calon tersebut yang memperoleh suara terbanyak. Digunakan di Queensland Australia di tahun 1890-an |
| Hukum Cube |
|
Suatu rumusan yang digunakan untuk menjelaskan cara di mana sistem FPTP melebih-lebihkan mayoritas suara ke dalam mayoritas kursi yang lebih besar. |
| Pemungutan Suara Kumulatif |
|
Sistem pemungutan suara yang jarang digunakan di daerah pemilihan dengan lebih dari seorang wakil di mana pemilih dapat memberikan lebih dari satu suara untuk seorang calon tunggal. Seperti Perwakilan Proporsional. Pemilih memperoleh satu jenis hak suara pluralitas untuk masing-masing kursi, tetapi dapat menyatukan suara mereka bagi satu orang calon jika mereka menghendakinya. Juga dikenal sebagai kumulasi (kemampuan dalam beberapa sistem Perwakilan Proporsional Daftar untuk memberikan lebih dari satu suara bagi calon yang paling disukai) |
untuk selengkapnya, silahkan unduh melaui pranala luar ini |
|
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 12 April 2011 11:42 |