| Seminar Perempuan, Peran Politik dan Keterwakilan bersama Nurul Arifin |
|
| Ditulis oleh Staf Progdat |
| Selasa, 26 April 2011 14:56 |
|
Acara bertemakan perempuan dalam rangka memperingati Hari Kartini ini, diikuti oleh peserta dari beberapa kalangan, yakni PNS, Pelajar SMA dan Akademisi, LSM, Partai, serta dari Komisi Pemilihan Umum daerah tetangga (Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, dan KPU Propinsi Jawa Timur). Materi Presentasi yang dibawakan oleh Nurul Arifin beserta pembicara lain yakni Hari Putri Lestari (pendiri sekaligus Ketua Umum Persatuan Perempuan Peduli Generasi Muda Indonesia Sapulidi) dan Indah Amperawati Masdar(Kepala Bapekab Kabupaten Lumajang), sangat menarik khususnya mengenai peran dan pandangan masyarakat tentang perempuan dalam kancah perpolitikan. Di dalam masyarakat, khususnya masyarakat beragama yang cukup kental, ada anggapan bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin, sehingga seorang calon perempuan akan menemui banyak kendala-kendala dalam mencapai cita-citanya dalam dunia politik. Ketiga pembicara perempuan ini sama-sama tidak mendukung anggapan ini, khususnya Indah Amperawati yang sekarang menjabat sebagai Kepala Bapeda. Dalam Seminar ini ketiga pembicara ini sama-sama membicarakan tentang pentingnya keterwakilan perempuan dalam pemerintah. Nurul Arifin mencontohkan kasus di Gujarat dimana banyak perempuan mengalami gangguan ginjal. Setelah dilakukan penelitian, ternyata karena di tempat umum, tidak ada WC bagi perempuan, sehingga banyak diantara mereka yang terbiasa menahan buang air kecil hingga banyak yang mengalami gangguan ginjal. Nurul mencontohkan apabila ada wakil perempuan dalam pemerintahannya, maka WC perempuan akan dibuat bahkan lebih banyak dan lebih luas dari pada wc laki-laki. Kesimpulannya, hanya wakil perempuan yang paling mengerti tentang kebutuhan wanita itu sendiri. Selain tentang pentingnya keterwakilan perempuan, Nurul Arifin beserta Hari Putri Lestari dan Indah Amperawati, mengemukakan faktor-faktor lain penyebab perempuan sulit atau tidak bersedia terjun dalam dunia politik. Selain itu, dikemukakan juga tips-trik dan cerita-cerita pengalaman mereka dalam dunia politik yang berkaitan dengan masalah perempuan. Dalam acara ini Ketua KPU Lumajang, Ir. Hery Sugiharto mengomentari, penting untuk membuka ruang-ruang diskusi tentang perempuan dimasa mendatang. Pasalnya, perempuan harus diberikan ruang gerak yang bebas tanpa menghilangkan kodratnya sebagai kaum perempuan. |
| Terakhir Diperbaharui pada Senin, 09 May 2011 12:45 |
Comments
semoga kedepannya acara kpu lumajang bisa lebih membawa manfaat bagi masyarakat..
kususnya masyarakat lumajang...
RSS feed for comments to this post